“LOGISTIK DAKWAH “
Oleh:
Vina Arifatun Nisa (B94219101)
Vina Arifatun Nisa (B94219101)
Kelas
D3
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dan mengajarinya. Dia-lah Zat
yang kita sembah, tempat kita memohon pertolongan dan memohon ampunan-Nya.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan ke Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga
dan para sahabatnya yang merupakan ahli keutamaan dan kebijaksanaan.
Saya
mengucapkan syukur Alhamdulillah karena dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan tepat waktu. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih untuk semua
pihak yang telah membantu serta memberi saran atau kritik. Terima kasih pula
kepada dosen pembimbing mata kuliah ilmu dakwah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag
yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini.
Makalah
ini berisi tentang logistik dakwah, didalam makalah ini akan dijelaskan
pemaparan tentang logistik, dakwah, dan logistik dakwah. Saya berharap semoga
makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca.
Surabaya, 22 Agustus 2019
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Logistik Dakwah
Dari segi bahasa
(etimologi) dakwah berasal dari kata دعوة - يدعو - دعا yang berarti mengajak, menyeru, memanggil,
mengundang, mendorong ataupun memohon[1]. Achmad Mubarok (2014)
menjelaskan istilah dakwat atau dakwatun digunakan untuk arti undangan,
ajakan, dan seruan yang kesemuanya menunjukkan adanya komunikasi antara dua
pihak dan upaya mempengaruhi pihak lain[2]. Sedangkan logistik
secara bahasa berasal dari kata “logos” yang berarti ilmu. Menurut Ronald H.
Ballou (1992) logistik adalah proses merencanakan, menerapkan dan mengendalikan
yang efektif dan efisien dari aliran dan penyimpangan bahan baku, persediaan
dalam proses, dan
barang jadi yang terhubung dengan informasi dari titik asal ke titik konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan
para pelanggan[3].
Setelah diambil
dari beberapa kata tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa logistik dakwah
adalah sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan berdakwah agar berjalan sesuai
tujuan yang ingin dicapai. Logistik dakwah itu sendiri mencakup banyak mulai
dari sarana prasarana, informasi, ruangan, dana, alat transportasi serta
beberapa hal yang dibutuhkan dalam kegiatan berdakwah.
Didalam berdakwah
ada tiga aspek penting yaitu subjek dakwah, materi dakwah dan metode dakwah
yang menunjukkan betapa pentingnya kegiatan dakwah sepanjang masa dalam
berhadapan dengan era yang semakin berkembang ini[4]. Apalagi dizaman yang
serba modern sekarang ini, dakwah menjadi hal yang dirasa perlu pemekaran
metodenya sesuai dengan tuntutan zaman.
Da’i atau pendakwah harus memiliki ilmu yang benar dan
juga manhaj yang benar, sesuai dengan Al- Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Kesuksesan seorang da’i adalah jika sudah mencapai ridha Allah, baik dakwahnya
diterima oleh manusia ataupun tidak[5].
Dakwah dapat
dilakukan ditempat yang baru meskipun tempat itu sangat terbatas dan
terpelosok, hal tersebut dikarenakan didukung oleh dana. Didalam berdakwah
tentu ada metodenya agar dakwah yang kita lakukan dapat diterima dan bermanfaat
dikalangan masyarakat. Contohnya jika kita berdakwah di kalangan anak milenial
maka isi dari dakwah dan bahasa yang kita gunakan adalah bahasa milenial. Kita
ikut terjun dalam dunia milenial terlebih dahulu agar kita dapat ikut memahami
bahasa milenial dan apa saja yang dibutuhkan generasi milenial. Dengan begitu
kegiatan dakwah tidak terasa jenuh dan membosankan. Dan audiens dapat mengambil
manfaat dari dakwah yang disampaikan.
Didalam logistik
dakwah juga bisa memberikan dakwah atau pesan dengan bertatap muka dimana saja.
Bisa juga kita menyampaikan dakwah didalam bus, disuatu ruangan, atau ditempat
lain yang bisa dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain. Sebenarnya kita juga
dapat menyampaikan dakwah tidak dengan bertatap muka[6].
Kita bisa
menggunakan ponsel pintar, apalagi jaman sekarang orang lebih gemar memegang
ponsel dan menghabiskan waktunya dengan si ponsel pintar. Kita dapat berdakwah
di media sosial, seperti di youtube, instagram, ataupun membuat grub di
whattsapp dan memberikan dakwah. Dengan begitu orang-orang tidak perlu
jauh-jauh untuk pergi ke suatu majelis dakwah tetapi bisa
mendengarkan, melihat dan bertanya melalui media sosial. Atau bisa juga dengan
membuat aplikasi khusus untuk dakwah, jadi lebih mudah menyampaikan dakwah dan
masyarakat juga
lebih gampang untuk menanyakan hal seputar islam yang belom diketahui dan bisa berdiskusi.
B. Etika Normatif Logistik Dakwah
Sebagaimana yang
kita ketahui bahwa Islam
adalah agama dakwah, dengan kata lain bahwa keberadaannya adalah dengan
disebarluaskan melalui kegiatan dakwah. Tujuan dakwah Islam adalah memberi
penjelasan kepada umat Islam
untuk mengambil segala ajaran Allah SWT yang terkandung di dalam Al-Quran dan
sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup[7].
Dakwah itu ibarat
bola lampu, yang memberkan cahaya dan menerangi jalan kehidupan menuju lebih
baik. Dia menerangi setiap umat dari kegelapan menuju terang, dari kebatilan
menuju yang haq[8]. Dakwah adalah hal yang
sangat penting dalam umat Islam.
Dakwah menjadi obat bagi manusia ketika dilanda musibah, rapuhnya akal,
kerusuhan, kecurangan, dan beberapa tindakan tidak terpuji lainnya.
Dakwah adalah
kegiatan memanggil, mengajak, menyeru, mendorong orang untuk beriman dan taat
kepada Allah SWT. Sebelum kita melakukan dakwah hendaknya kita menyiapkan
persiapan-persiapan yang matang baik itu mental, spiritual, dan segala hal yang
diperlukan ketika berdakwah[9]. Dalam berdakwah
tentunya kita harus mempersiapkan materi, strategi, metode dan juga kelancaran
saat kegiatan dakwah. Kelancaran kegiatan dakwah tidak luput dari kesiapan yang
matang dan aspek pendukungnya yaitu berupa logistik dakwah.
Logistik dakwah adalah suatu hal yang harus ada dalam kegiatan dakwah.
Setiap ada kegiatan dakwah pasti tidak luput dari logistik dakwah. Tetapi buku
yang menguraikan tentang logistik dakwah masih sedikit. Kebanyakan penulis
hanya menguraikan mengenai metode, strategi dan lain sebagainya.
Jika logistik dakwah digunakan maka ia harus mengikuti etika Islam. Tujuan yang awalnya menuju kebaikan akan
menjadi buruk jika dilakukan dengan cara yang buruk, barang yang haram, tempat
yang najis dan sebagainya. Barang akan dikatakan bermutu jika hakikatnya halal,
cara mendapatkannya halal dan memberikan manfaat. Dan itu pula kriteria dari
logistik
dakwah[10].
Didalam logistik dakwah harus ada petugas yang bukan hanya memiliki
keahlian dalam hal logistik tetapi juga bisa menjaga kualitasnya dari aspek
halal, benar, dan manfaat. Karena percuma saja jika dia menguasai logistik
tetapi mendapatkan barangnya dari hal yang haram, dan tidak memberikan manfaat.
Ada
lima kriteria kehalalan logistik dakwah :
1.
Tempat yang bersih tidak najis.
Tempat
yang digunakan untuk berdakwah harus bersih, tidak kotor. Seperti yang
dijelaskan sebelumnya bahwa dakwah bisa dilakukan dimana saja asalkan tempatnya bersih dan memungkinkan untuk
dijadikan majlis dakwah.
2.
Logistik dakwah bukan sesuatu yang membahayakan
secara langsung maupun tidak langsung
Maksudnya adalah tidak menimbulkan kerusakan
barang/jasa, kerusakan iman, kerusakan akal, kerusakan jiwa/ nyawa.
3.
Logistik dakwah tidak mencemari lingkungan apalagi
merusaknya.
Lingkungan
ketika berdakwah juga harus dijaga kita tidak boleh membuat kotor, dan
menyebabkan kerusakan lingkungan. Baik itu di daratan, lautan, maupun udara.
4.
Tidak merusak moral atau melanggar norma masyarakat.
Ketika
berdakwah tidak boleh ada unsur pornografi, pencemaran nama baik dan juga
mengganggu norma hukum ataupun norma masyarakat yang ada.
5.
Memiliki nilai guna.
Dakwah yang dilakukan harus bermanfaat bagi pendengar baik dari segi
apapun, jika perlu juga harus memiliki nilai ekonomis yaitu dapat bermanfaat
bagi semuanya. Jika ada sarana atau barang yang rusak harus segera diperbaiki
atau diganti[11].
C.
Pengadaan Logistik Dakwah
Dalam pengadaaan logistik
dakwah dapat berupa barang/ jasa. Barang/ jasa ada kaitannya dengan
kepemilikan. Dalam Islam bahwa kepemilikan ada yang bersifat pribadi dan publik
yang sudah diakui oleh Islam . Kepemilikan bersifat pribadi dan umum harus
memiliki upaya – upaya tersendiri untuk memeperolehnya. Sumber logistik dakwah
dapat berupa sedekah, zakat, dan wakaf
dari jalur pemberian/ pembelian. Tidak hanya barang/ jasa saja yang bisa
diguakan untuk pengadaan logistik dakwah, uang juga bisa digunakan untuk
pengadaan logistik dakwah. Dikatakan pengadaan logistik
dakwah itu dikarenakan proses ini ada kaitannya dengan kegiatan dakwah yang
bertujuan untuk mendapatkan pahala dari ALLAH SWT[12].
Dalam
persewaan, barang yang disewakan bukan menjadi pemilik penyewa, melainkan
pemilik orang yang menyewakan. Penyewa hanya bisa menggunakan nilai guna barang
tersebut. Aplikasi untuk kegiatan dakwah adalah bahwa pendakwah menyewakan
barang/ jasa untuk logistik dakwah. Hal yang perlu diperhatikan untuk persewaan
tersebut adalah ketidakmampuan pendakwah untuk membelinya, sedangkan kegunaan
jasa tidak terlalu penting, bahkan bersifat insidental.
Disamping
untuk konsumsi dakwah, persewaan juga bisa dijadikan alternative investasi.
Keuntungan yang diperoleh dari hasil persewaan di gunakan untuk kegiatan dakwah,
sedangkan status pemilik barang tetap sebagai wakaf, sedekah, atau pemilik
pendakwah. Karena aman dari pergantian pemilik, mka investasi persewaan paling
diminati oleh para pendakwah maupun pengurus lembaga dakwah. Dan ada penyebab
gagalnya dakwah yaitu:
1. Diam
setelah bergerak
2. Berlebihan
3. Bangga
diri
4. Takut
5. Pamer
Dengan demikian pengadaan
logistik dakwah bisa bertujuan untuk alat mencapai tujuan yang menyeru kepada
kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan salah satu unsur penting untuk menyapai
tujuan itu sendiri, pengadaan logistik dakwah harus memiki organisasi dakwah
agar membentuk proses logistik dakwah yang terencana, terorganisasi, dan
mempunyai manajemen yang baik demi tercapainya tujuan yang bermanfaat dan
maksimal[13].
Untuk mencapai tujuan dakwah
itu sendiri, yaitu menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam hal
ini Allah SWT berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ
وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ
اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan
perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.(Q.S.At-Taubah [9] : 71)[14].
Pengadaan logistik dakwah dapat
memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan sarana dalam berdakwah, dan dapat
juga mendukung kegiatan dakwah. Dalam kegiatan dakwah terdapat juga sistematika
metode dakwah. Sistematika dakwah itu dirinci menjadi beberapa istila.
Diantaranya dakwah dengan ucapan, dengan tulisan, dengan tindakan serta tukar
pikiran. Sistematika metode dakwah itu diterapkan dalam dakwah Rasulullah. Oleh
karena itu kita sebagai umat muslim harus mengikuti ajaran Rasulullah dengan
sebaik- baiknya.[15]
Zakat dan shadakah sebagai sumber logistik
dakwah itu mempunyai arti tersendiri.
Istilah shadakah lebih luas maknanya dari zakat, karena istilah zakat itu adalah
bagian dari komponen shadakah. Shadakah bisa dilaksanakan kapan pun sedangkat
zakat ada ketentuan tersendiri. Shadakah juga ada dua macam yaitu shadakah
immaterial dan materialis. Shadakah immaterial itu contohnya mengucapkan
kalimat thoyibah. Sedangkan shadakah materialis itu contohnya qurban, hadiah,
wakaf, infaq, dan lain- lain. Perbedaan ini bertujuan untuk membedakan nilai
sesuatu yang diberikan seseorang dalam bentuk, ukuran, jumlah, waktu, tempat,
dan lain- lain[16].
Dalam sebuah
kegitan apapun itu konsepnya modal sosial juga menjadi unsur terpenting untuk
menjalankan kegiatan yang dilakukan, karena modal sosial menjadi penentu
berkembangnya segala sesuatu. Dalam berdakwah juga menerapkan sosial itu sangat
juga sangat penting[17].
Modal pun tidak cukup, kita harus mempelajari ilmu
sosial dasar juga. Ilmu sosial dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang
konsep- konsep yang dikembangkan untuk memahami masalah sosial yang ada di
sekitar lingkungan kita[18]. Jadi Dapat
disimpulkan pengadaan logistik dakwah dapat dikaitkan dengan ilmu dakwah,
sejarah dakwah, ilmu sosial, dan lain
sebagainya.
D. Perawatan dan Pemanfaatan Logistik Dakwah
Dipandang dari sudut perawatan, logistik dakwah dapat dibagi
menjadi dua, yaitu:
1.
Perawatan kuratif : upaya merawat logistik dengan membenahinya
bila ada suatu masalah.
2.
Perawatan preventif : upaya antisipatif atas sebuah benda/barang
dari kerusakan, kotoran, dan penyusutan. Upaya perawatan preventif membutuhkan
analisa prediktif tentang keadaan barang. Setiap barang pasti mengalami
kerusakan maupun penyusutan dalam jangka tertentu, tergantung dari pemakaian
dan perawatan.
Dalam pemanfaatan logistik dakwah, ada satu kepentingan yang harus
dipenuhi terlebih dahulu, yaitu kebaikan umum untuk umat manusia (
al-mashlahah al-‘ammah ). Kaidah fikih yang mengajari kebijakan ini adalah
“ kebijakan pemimpin atau pejabat
atas rakyat harus diorientasikan untuk umum ( tasharruf al-imam ‘ala
al-ra’iyyah manuth bi al-mashalahah ) “ dan “ kebaikan yang bermanfaat
untuk orang banyak lebih utama dari pada kebaikan yang bermanfaat untuk orang
orang terbatas ( al-khair al-muta’addi afdlal min al-qashir ) “. Kaidah
yang kedua ini dapat dikatakan sebagai penjelasan dari kaidah yang pertama.
Maksudnya, dalam perencanaan logistik dakwah perlu uraian mengenai
penggunaannya untuk kebaikan ( al-mashlahah ). Ukuran kebaikan ini
adalah pemanfaatan seluas-luasnya, selama-lamanya, dan sebanyak-banyaknya:
suatu ukuran utilitarianisme.
Pemanfaatan seluas-luasnya berarti penggunaan logistik dakwah tidak terbatas selama dalam koridor
dakwah islam. Makna luas juga dapat ditemukan pada distribusi zakat kepada
delapan golongan (fakir,
miskin, gharim, riqab, mualaf, fisabillah, ibnu sabil, amil zakat). [19]
Pemanfaatan selama-lamanya mengacu pada hukum wakaf. Dalam pasal 215 ayat 1
kompilasi hukum islam, wakaf ialah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum
yang memisahkan dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan
ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam, sedangkan dalam
undang-undang nomor 41 tahun 2004, wakaf ialah perbuatan hukum wakif untuk
memisahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau
untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah
dan kesejahteraan umum menurut syariah. Allah SWT berfirman :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barang
siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan
Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.
(QS.An-Nahl [16] :97). [20]
Pemanfaatan sebanyak-banyaknya mengarah pada sasaran pengguna logistik
dakwah. Di era globalisasi dan era informasi seperti sekarang ini
diperlukan penerapan dakwah yang dapat menjangkau dan mengimbangi
kemajuan-kemajuan yang ada. Dalam kemajuan
teknologi dan komunikasi informasi ini, selain membawa nilai-nilai yang
positif, juga membawa nilai-nilai negatif yang dapat mempengaruhi pola pikir
dan perilaku seseorang melalui media; orang, bangsa, dan negara bisa saling
melihat dan berinteraksi dalam banyak hal sehingga akan terjadi saling
berpengaruh. Dengan demikian, dalam hingar bingar kemajuan teknologi komunikasi
informasi media massa dan peranan dalam mempengaruhi masyarakat, patut mendapat
perhatian dan dikaji secara berkesinambungan.[21]
E.
SUMBER
LOGISTIK DAKWAH
1.
Infaq
Infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan nonzakat, infaq ada
yang sunnah dan ada pula yang wajib. Yang dimaksud infaq wajib ialah zakat,
kafarat, dan lain-lain. Sedangkan infaq sunnah seperti menginfaqan hartanya
kepada fakir miskin, infaq bencana alam, dan lain-lain[22].
Infaq bukan sumber logistik yang utama tetapi merupakan salah satu sumber dana
dalam kegiatan dakwah. Firman Allah SWT:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ
إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan infaqanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah
kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S Al-Baqarah
[02] : 195)
2.
Shodaqoh
Shodaqoh adalah memberikan sebagian harta yang dimiliki
kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas semata-mata mengharapkan pahalal
dari Allah SWT[23].
Firman Allah SWT:
وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ
وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا
تُظْلَمُونَ
Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena
mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan,
niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak
akan dianiaya (dirugikan). (Q.S.Al-Baqarah[02]: 272).
3.
Hadiah
Hadiah adalah
memberikan sesuatu tanpa ada imbalannya dan dibawa ke tempat orang yang akan
diberi karena hendak memuliakannya.
4.
Hibah
Hibah adalah
memberikan harta kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan apa-apa. Sama
halnya di dalam logistik dakwah seseorang memberikan sebagian hartanya untuk
keperluan berdakwah[24].
5.
Bantuan
Bantuan atau kerja sama adalah sumber logistik dakwah yang besar
dalam bentuk uang ataupun barang. Seperti pengurus sebuah majlis merekrut
beberapa perusahaan untuk menjadi donatur tetap.
BAB II
PENUTUP
Kesimpulan yang dapat
diambil dari makalah ini adalah bahwa dalam proses berdakwah bukan
hanya metode dakwah, stategi dakwah, pesan dakwah saja yang harus diperhatikan.
Logistik dakwah juga sangat penting didalam pelaksanaan berdakwah. Karena
dengan adanya logistik dakwah maka dakwah bisa berjalan sesuai tujuan yang
ingin dituju.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ghamidi, Abdullah bin Ahmad Al-Alaf. Kiprah Dakwah Muslimah. Solo: Pustaka
Arafah. 2008.
Al-Maliki, Muhammad bin Alwy. Dakwah-dakwah
yang Paling Mudah. Gresik: Putra Pelajar. 1999.
An-Nabiry, Fathul Bahri. Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para
Da’i. Jakarta: AMZAH, 2008.
Aripudin, Acep. Dakwah Antarbudaya.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012.
Aziz, Moh Ali. Ilmu dakwah. Jakarta: Kencana. 2004.
Badruttamam, Nurul. Dakwah
Kolaboratif Tarmizi Taher. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu. 2005.
Cholil, Sutikno. Ilmu
Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: UINSA. 2013.
Fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Konsep
Modal Sosial dan Revelasinya bagi Pengembangan Masyarakat. Jurnal Ilmu
Dakwah. Vol 12 No 2. 2005.
Ismail,
Ilyas. Filsafat Dakwah. Jakarta:
Kencana. 2013.
Kafie, Jamaluddin. Psikologi
Dakwah. Surabaya: Indah Surabaya. 1993.
Khamzah, Muhammad. Fiqih kelas 10. Sragen:
Akik Pustaka. 2016.
Mustofa, Kurdi. Dakwah Dibalik
Kekuasaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012.
Najamudin. Metode Dakwah Menurut
Al-Quran. Yogjakarta: Pustaka Insan Madani. 2008.
Pirol, Abdul. Komunikasi dan
Dakwah Islam. Yogjakarta: Deepublish. 2018.
Rubba, Sheh Sulhawi. Warna-Warni
Islamisasi Serpihan Sejarah Dakwah. Surabaya: UINSA PRESS. 2019.
Sari, Elsi Kartika. Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf.
Yogyakarta: CV Budi Utama. 2018.
Sholihin, Ahmad Ifham. Buku Pintar Ekonomi Syariah. Ebook Gramedia. Diakses tanggal 1
September 2019, dari ebook gramedia.
Sutarman.
Dasar-dasar Manajemen Logistik.
Bandung: PT Refika Aditama. 2017.
Thoifah, I’anatut. Manajemen
Dakwah. Malang: Madani Press. 2015.
[1] Fathul Bahri
An-Nabiri, Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para
Da’i(Jakarta:
AMZAH, 2008), h. 17.
[5] Abdullah bin Ahmad Al-Alaf Al- Ghamidi, Kiprah
Dakwah Muslimah( Solo: Putaka Arafah, 2008), h.32.
[7] Nurul Badruttamam, Dakwah Kolaboratif Tarmizi Taher(
Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu, 2005), h.98.
[13] Najamudin, Metode Dakwah Menurut Al-Quran, ( Yogyakarta: Pustaka
Insan Madani, 2008), hh. 26- 27
[15] Sheh Sulhawi Rubba, Warna- Warni Islamisasi Serpihan Sejarah
Dakwah, Cet 1, ( Surabaya: UINSA PRESS, 2017), h. 7
[16] Sheh Sulhawi Rubba, Warna- Warni Islamisasi
Serpihan Sejarah Dakwah, Cet 1, ( Surabaya: UINSA PRESS, 2017), hh. 270- 280
[17] Fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya, “ Konsep Modal Sosial dan
Revelasinya bagi Pengembangan Masyarakat”, jurnal Ilmu Dakwah,VolL.12, No.2 (
Oktober 2005), h. 60
[18] Tim penyusun MKD UIN Sunan Ampel Surabaya, IAD- ISD- IBD, cet 3,
( Surabaya: UINSA, 2013), h. 70
[22] Ahmad Ifham
Sholihin, Buku Pintar Ekonomi Syariah (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2013), h. 351

Makalah ini sangat membantu siapa saja yang kurang mengetahui betul tentang proses berdakwah.Bahwa dalam proses berdakwah yang diperlukan tidak hanya strategi,pesan dalam berdakwah,tetapi juga dibutuhkan logistik dakmah
BalasHapusTerima kasih atas kritikannya😃
HapusMakalah ini sangat berguna untuk siapa saja yang kurang paham mengenai proses berdakwah. Yang tentunya harus melalui beberapa metode dan juga logistik dakwah
BalasHapusmaterinya sudah jelas mungkin ada beberapa penulisan yang sedikit harus diperbaiki
BalasHapusSangat bermanfaat dan semoga bisa mengambil ilmu dari materi tsb.
BalasHapusTerima kasih atas materi yang anda sampaikan ,itu sangat bermanfaat bagi saya, dan semoga bisa bermanfaat bagi semua orang yang membacanya
BalasHapusSangat membantu pengetahuan bagi semua orang yang membaca, materinya juga bagus
BalasHapusterima kasih
Alhamdulillah saya jadi mengerti apa itu logistik dakwah,semoga bermanfaat untuk yang lainnya
BalasHapusBagus,materi yang di sediakan cukup lengkap,mungkin sedikit lebih diperjelas pada bagian bagian inti materinya
BalasHapusMakalah anda sangat memabantu saya dalam memahami materinya terima kasih
BalasHapusAlhamdulillah, dengan makalah yang Anda buat, saya lebih mengerti tentang pembahasan logistik dakwah dan lainnya.
BalasHapusMakalah ini bermanfaat bagi kami yang belum mengerti tentang logistik dan etika dalam berdakwah
BalasHapusMakalah anda sangat membantu dalam memahami materinya terima kasih
BalasHapusAlhamdulillah,makalah anda sangat membantu saya dalam mengerjakan materinya
BalasHapusMakalah ini saat bermanfaat bagi saya,dan semoga bermanfaat bagi semua orang yang membaca
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMakalah ini alhamdulillah baik dan memenuhi syarat ,semoga dapat menjadi rujukan dalam proses berdakwah
BalasHapusMakalah nya bagus, dan bermanfaat, dan penataan seperti margin nya sudah rapi. :)
BalasHapusMakalahnya sudah cukup lengkap, penataannya pun sudah rapi dan indah
BalasHapusMakalahnya sudah cukup lengkap, penataannya pun sudah rapi dan indah
BalasHapusMakalahnya sudah cukup lengkap, penataannya pun sudah rapi dan indah
BalasHapusMakalahnya sangat bermanfaat,semoga bisa ditambah lagi penjelasannya yang lebih detail.
BalasHapusSangat bagus dan mudah di fahami semoga bermanfaat dan membantu kita semua
BalasHapusMakalah ini sangat baik dan bermanfaat,khususnya bagi orang yg akan memulai dakwahnya agar tidak hanya memperhatikan metode,strategi atau pesan dakwahnya saja,tetapi logistik dakwah pun juga termasuk indikator penting dalam kesuksesan dakwah.
BalasHapusBagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin
BalasHapusTerima kasih, materi anda membantu saya mengenal apa itu logistik dakwah dll uraian nya juga mudah dipahami
BalasHapusSangat bagus artikel bagus nice dan menginpirasi semoga saya mampu belajar dakwah dengan baik di artikel ini
BalasHapusAlhamdulillah...sangat membantu sekali informasi ini dalam memberikan pemahaman mengenai seluk beluk dakwah. Meskipun ini bukan merupakan bidang saya, namun alhamdulillah saya paham dan dapat menyerap informasi di setiap kata dengan mudah... ☺
BalasHapusSemoga bernilai ibadah bagi penulis dan pembaca... Aamiinn
Terimakasih infonya. Makalah ini bagus dan menarik. Semoga bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.
BalasHapusAlhamdulillah bagus materinya pembaca dapat dengan mudah memahaminya semoga bermaanfaat
BalasHapusMakalah ini sangat membantu untuk mengerjakan tugas ilmu dakwah tapi alangkah baik nya kalau referensi dan bahasa nya diperbaiki lagi
BalasHapusalhamdulilah materi dari makalah ini dapat memberi saya pemahaman lebih tentang sumber-sumber logistik dakwah itu seperti apa.
BalasHapusMkasih makalahnya kak, jdi makin paham ni
BalasHapusSangat membantu, hanya saja perlu perbaikan, tetap semangat belajar🤗
BalasHapusSangat memberi dampak dan manfaat yang sangat positif bagi mahasiswa. Tetap semangat dan selalu optimis dalam menjalani segala hal. Good Luck😘. Teman seperjuangan. Teman satu bangku😅.
BalasHapusSangat memberi dampak dan manfaat yang sangat positif bagi mahasiswa. Tetap semangat dan selalu optimis dalam menjalani segala hal. Good Luck��. Teman seperjuangan. Teman satu bangku��.
BalasHapusAlhamdulillah. Materi nya bermanfaat , membantu sekali untuk mempermudah mencari tentang materi dakwah
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bermanfaat, kata-katanya yang tidak berbelit-belit membuat pembaca mudah untuk memahami isi dari makalah tersebut
BalasHapusMakalahnya sangat bermanfaat,semoga bisa ditambah lagi penjelasannya yang lebih detail.
BalasHapusAlhamdulillah kata kata yang di pergunakan sudah bagus dan mudah di mengerti hanya saja ada detail kecil harus di perbaiki
BalasHapusTetap semangat dalam membuat makalah kedepannya
Subhanallah sebuah makalah yang luar biasa kata2 yang di gunakan mudah di pahami luar biasa membatu bagi anak2 bangsa good job 👌
BalasHapusMakalah bagus, mudah dimengerti dan dang paling penting bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusMaterinya bermanfaat sekali, terutama buat saya pribadi. Penataan tulisannya juga rapi sehingga mudah dipahami.
BalasHapussangat bermanfaat dan materinya mudah dipahami, BAGUS! SEMANGAT BERKARYA YA!
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat ,saya bisa lebih mengerti spesifik tentang protokoler apa yang perlu di ketahui mengenai dakwah
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi para pembaca dan penulis dan semoga kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun makalah.
BalasHapusMakalah anda sangat bermanfaat. Semoga kedepannya menjadi lebih baik lagi. Terima kasih
BalasHapusTerimakasih banyak,telah banyak memberikan pengetahuan melalui makalah yang Anda buat, semoga kedepannya lebih baik, amiin
BalasHapussangat berdampak positif,dan makalah anda sangat bermanfaat,dan lebih diperbaiki lagi yaah...semoga kedepanya menjadi lebih baik..terimakasiih
BalasHapusMakalah anda cukup bermanfaat,saya senang keluarga saya juga senang tetangga ikut senang,gebetan ikut senang,mantan ikut senang semua ikut senang
BalasHapusMantap mbak, materinya mudah dipahami, semoga bermanfaat bagi yang lainnya
BalasHapusMakalah anda sangat berfaedah.
BalasHapusTingkatkan lagi dan kembangkan lagi ,
Serta amalkan isi makalahnya.
Josht mbak makalahnya,sangat berfaedah mudah di fahami semoga bermanfaat untuk semua kalangan,dan semoga dapat di amalkan sekaligus terus kembangkan pemikiran pemikiran positifnya teman teman terbaiks teruslah untuk kalian
BalasHapusMakalah ini sangat bagus dan ketika saya membaca dari awak sampai akhir itu bahasa nya sangat mudah difahami akan tetapi dari makah di atas alangkah baiknya diterapkan dimasyarakat
BalasHapusAlhamdulillah darii sinii sayaa bisaa paham maksud dari logistik dakwah ,, Bahasaa penyampaiannya sangat mudah diserap oleh kalangaan muda mudi,, smogaa mudaa mudi dapat menerapkannya dikehidupan sehari"
BalasHapusSangat bermanfaat sekali ilmunya, bisa membuat yang belum tahu menjadi tahu dan yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Semangat terus untuk membagikan sebuah ilmu!!! Semoga dapat bermanfaat di kemudian hari
BalasHapusWaah,,,trnyata dalam dakwah ada juga yh unsur2 lain yg hrus diperhatikan selain materi,,,terima kasih atas mkalahnya,semoga bermanfaat bagi pembacanya
BalasHapus